Kabar mengejutkan datang sebelumnya ketika studio pengembang ternama BioWare secara resmi dibubarkan oleh pihak EA. Keputusan yang terkesan tiba-tiba tersebut langsung menuai aneka macam tanggapan emosional dari para penggemar, mulai dari kesedihan mendalam, rasa kecewa berat, hingga amarah yang memuncak.
Tidak lama setelah penutupan tersebut diumumkan, seorang perancang permainan Fallout 2 membongkar rahasia mengenai metode rekrutmen pegawai baru yang diterapkan oleh manajemen studio itu. Disebutkan bahwa salah satu tolok ukur penentu mereka adalah dengan menilai pandangan sosial serta orientasi politik pelamar pada kelompok tertentu. Sungguh sebuah fakta yang mengejutkan publik.
Sistem Penerimaan Tenaga Kerja BioWare Dibongkar Desainer Fallout 2
Lewat unggahan di akun media sosial Twitter X pribadinya, Chris Avellone yang dikenal sebagai Game Designer Fallout 2 membeberkan informasi internal yang ia ketahui seputar cara kerja perekrutan staf baru di tubuh studio BioWare.
Chris Avellone menerangkan bahwa tiap kali ada berkas lamaran kerja yang masuk ke studio BioWare, jajaran Producer akan langsung menelusuri serta memeriksa profil LinkedIn milik calon pekerja. Fokus utama yang dipantau sang produser adalah riwayat unggahan konten yang disukai pelamar di jejaring profesional tersebut.
Apabila sang produser mendapati seorang pelamar menyukai sebuah konten yang dianggap tidak sejalan atau berlawanan dengan kecenderungan politik maupun nilai sosial pribadi mereka, pihak manajemen akan langsung merekomendasikan penolakan kerja hanya berlandaskan faktor suka atau tidak suka pada postingan digital itu.
Berikut merupakan petikan pernyataan langsung dari Chris Avellone terkait kebiasaan studio pembuat seri Mass Effect tersebut saat menyaring tenaga kerja baru mereka.
I guess I can say it now – so when applicants would apply to the studio, the producer would go through their LinkedIn to see what posts they liked, and if he disagreed with their political/social Like, he'd advocate not to hire them based on their Like.
Kurasa aku bisa mengatakannya sekarang. Jadi ketika pelamar akan mengajukan ke studio, Producer akan mengecek LinkedIn mereka untuk melihat postingan seperti apa yang mereka sukai. Dan jika dia tidak setuju dengan pandangan politik/sosial yang mereka suka, dia menyarankan untuk tidak mempekerjakan mereka hanya berdasarkan apa yang mereka sukai.
Lebih jauh, Chris Avellone juga membagikan pandangan pribadinya bahwa lumrah bagi setiap individu untuk memegang sudut pandang sosial serta politik yang tidak seragam. Kenyataan ini bahkan terjadi di antara kawan dekat maupun rekan seprofesi di lingkungan sekelilingnya yang memiliki spektrum opini beraneka ragam.
Kendati demikian, dirinya senantiasa mampu menjalin kolaborasi yang solid serta menaruh keyakinan penuh terhadap kompetensi para rekannya agar bisa terus fokus melahirkan karya video game terbaik.
Namun, saat preferensi politik maupun sudut pandang isu sosial mulai dicampuradukkan ke dalam kriteria penyeleksian calon pekerja dibandingkan menilai kapabilitas serta rekam jejak profesional mereka, ia merasa heran melihat mekanisme janggal semacam ini dapat berlangsung nyata di industri game modern.
Chris Avellone menegaskan keengganannya untuk mempermasalahkan orientasi politik atau nilai sosial milik seseorang dalam alur produksi karya permainan interaktif. Keinginan terbesarnya semata-mata adalah memastikan para pekerja memiliki kecakapan teknis yang pas sesuai keahliannya agar sanggup merealisasikan konsep proyek yang hendak dibangun bersama.
Demikianlah rangkuman kabar dari perancang Fallout 2 perihal tabir seleksi calon staf BioWare yang dinilai menurut persepsi ideologi politik serta sosial pelamar. Apa opini Anda mengenai pengungkapan kabar ini?
Simak terus ulasan menarik Gamebrott lainnya seputar pengembang BioWare maupun karya tulisan lain dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via [email protected].
