Kisah Unik di Balik Nama Kratos: Sempat Nyaris Bernama Dominus

Hampir seluruh komunitas gamer tentu mengenal sosok Kratos yang menjadi tokoh utama dalam waralaba God of War. Sewaktu mendengar nama tersebut disebut, para pemain pastinya langsung teringat pada figur pejuang bengis sarat dendam yang perlahan berupaya meredam emosinya demi menjadi pribadi yang jauh lebih bijak.

Belakangan ini, perancang perdana dari serial God of War membagikan fakta sejarah yang sangat mencengangkan mengenai identitas Kratos yang nyaris dinamai dengan sebutan berbeda dari nama legendaris yang kita kenali hari ini. Apakah hal itu sungguh-sungguh terjadi?

Pengakuan Kreator God of War Terkait Identitas Awal Sang Karakter

Lewat unggahan rekaman video pada kanal media sosial Twitter X pribadinya, David Jaffe yang menjabat sebagai sutradara sekaligus konseptor God of War 1 dan 2 membeberkan wawasan mendalam perihal tokoh sentral tersebut. Cerita di balik layar ini mengulas bagaimana kru pengembang game pada mulanya menyiapkan panggilan yang amat berlainan bagi sang pejuang Sparta.

David Jaffe menjelaskan bahwa pada masa awal perancangan, figur utama itu sempat diberi panggilan “Dominus” karena dinilai menghadirkan kesan perkasa serta berwibawa menundukkan lawan. Berangkat dari impresi yang gagah tersebut, dirinya merasa amat tertarik memakai identitas itu saat proyek God of War pertama kali dikerjakan secara intensif.

Kendati demikian, opsi panggilan tersebut pada akhirnya terpaksa dibatalkan oleh segenap staf studio akibat sebuah alasan konyol yang sama sekali tak terduga.

Faktor Utama Pembatalan Panggilan Dominus

Penyebab mengapa sebutan “Dominus” dicoret dari rencana karakter utama God of War ternyata sangat sederhana, yakni lafalnya dinilai kelewat mirip dengan merek kedai piza populer.

Sutradara God of War 1 ini menceritakan bahwa semenjak wacana penamaan Dominus digulirkan untuk sang lakon, para anggota staf perancang justru mulai melontarkan lelucon bertema waralaba Domino’s Pizza. Setiap kali ada staf yang mengucap sebutan Dominus dalam rapat, rekan kerja lainnya spontan berteriak berseloroh, “tiga puluh menit sampai atau gratis”, atau celetukan seperti, “segera buka pintunya, ini pesanan Dominus datang”.

Lantaran gurauan seputar nama Dominus terus terulang setidaknya hingga mencapai lima puluh kali candaan, sebutan tersebut akhirnya ditulis dan ditempelkan di dinding ruangan. Seluruh jajaran staf studio kemudian bersepakat bahwa lelucon Dominus sudah basi dan mereka dituntut sesegera mungkin menggali alternatif sebutan anyar untuk sang pahlawan.

Guna mengatasi kebuntuan ide, salah seorang staf studio menggantungkan selembar kertas yang memuat deretan nama bayi bertema mitologi dewa-dewi Yunani kuno. David Jaffe juga ikut menyeleksi dengan membubuhkan stabilo kuning pada sejumlah opsi yang menurut pandangannya terdengar menarik, seperti Julius, Parthenius, dan Maksym.

Kendati demikian, sesudah berbagai pertimbangan dibahas, jajaran pengembang dan David Jaffe merasa bahwa alternatif nama yang mereka tandai tersebut masih belum benar-benar mengena. Titik balik kemudian tiba saat Susan Panico, yang kala itu memegang posisi Marketing Lead God of War, datang menghampiri mereka dan mengusulkan sebuah nama yang abadi hingga sekarang, yakni Kratos.

Seketika mendengar masukan tersebut, seluruh personel studio beserta David Jaffe langsung jatuh hati karena nama itu sangat selaras dengan figur utama mereka. Ironisnya, dalam lembaran daftar dewa Yunani yang tertempel, nama Kratos sebenarnya tidak pernah ditandai sama sekali oleh staf dan posisinya justru terselip di sela deretan nama lainnya.

David Jaffe sama sekali tak menyangka bahwa identitas pahlawan terhebat dari waralaba milik Sony sebenarnya sudah ada di hadapan mereka sedari awal tanpa pernah mereka sadari. Berkaca dari momen bersejarah itu, sang sutradara meyakini pencapaian luar biasa God of War sejatinya merupakan perpaduan antara faktor keberuntungan, momen waktu yang tepat, serta strategi pemasaran yang cemerlang.

Begitulah cerita menarik dari perancang God of War 1 tentang bagaimana Kratos mulanya hampir dinamai “Dominus” yang akhirnya gugur akibat lelucon internal kantor. Sebuah anekdot penciptaan nama karakter yang sungguh menggelitik.

Simak terus ulasan memikat Gamebrott seputar waralaba God of War atau tulisan menarik lainnya persembahan Muhammad Faisal. Untuk kebutuhan informasi lebih lanjut serta penawaran kerja sama, Anda dipersilakan menghubungi kami melalui [email protected].